Sistem Pendidikan Singapura Terbaik Dunia, Pendidikan Indonesia Apa Kabar?

Sistem  Pendidikan Singapura Terbaik Dunia, Pendidikan Indonesia Apa Kabar?


Sistem Pendidikan Di Singapura -  Tahukah Anda bahwa negara Singapura saat ini yang menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia? Hal ini merujuk pada data hasil tes PISA 2015. Sebelum keluarnya hasil PISA 2015 ini, yang dalam pandangan banyak orang bahwa sistem pendidikan terbaik di dunia itu, negara Finlandia. Bahkan kalau kita buka pencarian di google, masih banyak artikel yang judulnya memuat "Negara Findlandia, Sistem Pendidikan Terbaik Dunia". 

Hal diatas sangat  wajar, karena selama satu dekade, sejak tahun 2000, Findlandia berhasil menarik perhatian orang negara lain dan tidak sedikit yang kagum akan sistem pendidikan mereka. Namun, apa daya untuk sekarang ini Singapura yang menjadi pemegang tongkat jawaranya pendidikan dunia.  Adapun yang menjadi tolak ukur skor  PISA adalah kemampuan sains, matematika, membaca dan menulis  dan pengetahuan umum. Jadi saat ini dalam semua indikator PISA tersebut, Singapura peringkat pertama dalam semua bidang tersebut. Jadi perlu diingat, untuk sekarang ini sistem pendidikan terbaik  di dunia adalah Singapura, bukan Finlandia.

Sistem Pendidikan Terbaik di dunia versi OECD:

1. Singapura
2. Hongkong
3. Korea Selatan
4. Jepang
5. Taiwan

Bagaimana dengan Indonesia? Urutan ke berapa?
Urutan ke-69.

sebelumnya baca: Sistem Pendidikan Di Indonesia (Jilid I)

Tanpa bermaksud memburuk-burukkan, inilah negara yang sistem pendidikannya terburuk dunia. Untung saja Indonesia tidak masuk di dalamnya.  Tapi apabila Indonesia tidak segera berbenah, bisa jadi hal ini kenyataan.
Berikut sistem pendidikan terburuk dunia OECD:
1. Oman
2. Maroko
3. Honduras
4. Afrika Selatan
5. Ghana

Mengapa Singapura menjadi negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia?
Setelah membaca dan menganalisa beberapa artike/referensi tentang Sisten Pendidikan di Singapura, saya mencoba merumuskan hal-hal yang mempengaruhi kemajuan Sistem pendidikan mereka. Berikut beberapa faktor mengapa Sistem Pendidikan di Singapura menjadi sistem pendidikan terbaik dunia:
  • Sejarah Singkat Pendidikan Singapura
    Pendiri Singapura Modern, Thomas Stamford Raffles pada tahun 1823 mendirikan sebuah Institut Singapura, sekarang ini lebih dikenal dengan Istitut Raffles.  Ini menjadi langkah awal pendidikan di Singapura menjadi di bawah kekuasaan Inggris. Setelah itu muncullah berbagai jenis sekolah dengan kriteria dan  khas masing-masing. Selanjutnya, akibat dari Perang Dunia kedua, banyak siswa  di Singapura yang berhenti sekolah. Di tengah keterbatasan sumber daya, pada tahun 1947, dirumuskan sebuah kebijakan yang sering disebut "Program Pendidikan Sepuluh Tahun".

    Tahun 1950 dan sepuluh tahun kemudian, ekonomi Singapura mulai berkembang dengan baik. Sehingga Singapura memiliki prinsip bahwa pendidikan harus menyediakan tenaga kerja yang profesional untuk program industri.  Hal ini berpengaruh sangat positif dan signifikan dalam menurunkan jumlah pengangguran. Tahun 1960 Singapura menetapkan kebijakan resmi tentang penggunaan dua bahasa (bilingualisme), dimana bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara. 

    Kemampuan Singapura dalam mengelola pendidikan yang baik menghantarkan mereka pada ekonomi yang makmur pada tahun 1980-an dan hal ini mendorong pemerintah Singapur untuk melakukan up-dating pendidikan ke arah yang lebih baik lagi. Perbaikan dan peningkatan kualitas semakin di perhatikan. Sekolah dan Institusi semakin banyak didirikan dengan tetap memperhatikan kualifikasi. Kompetisi akademik dipacu agar setiap lembaga pendidikan berusaha untuk melakukan perbaikan kualitas yang terbaik.

    Pada tahun 1997, ada sebuah istilah yang menjadi visi pendidikan Singapura, istilah ini dikenal dengan "Kemampuan Yang Digerakkan".  Kemampuan yang digerakkan lebih merujuk kepada tujuan pendidikan adalah tempat untuk mempelajari bangsa.  Kebijakan ini semakin memacu kemampuan berpikir kreatif, inovatif, pembelajaran yang integratif dan penguasaan sektor IT. Sekolah menjadi beragam dan memiliki otonomi yang lebih besar dalam mengelola kurikulum dan potensi akademik daerahnya.

    Hingga tahun 2016, pendidikan di Pemerintah Singapura sangat bergerak cepat dalam melakukan perbaikan-perbaikan atau up-dating pendidikan dalam segala hal baik itu sarana prasarana, tenaga pengajar, kurikulum dan mewujudkan Singapura sebagai sekolah yang bersifat Internasional. Hal ini ditandai dengan banyaknya siswa/mahasiswa dan tenaga pendidik yang direkrut dari negara luar. 

Catatan Penulis:  Dari sejarah pendidikan di Singapura, kita dapat menyimpulkan bahwa sejak awal berdirinya negara itu, mereka sudah menyadari akan betapa penting dan strategisnya pendidikan dalam memajukan bangsa dan negara, baik di bidang ekonomi, sosial dan budaya, perkembangan teknologi dan informasi. Kesadaran itu juga diwujudkan melalui kerja keras dan perbaikan-perbaikan yang berkelanjutan.

  • Jenjang Pendidikan Di Singapura
  1. Sebelum memasuki Sekolah Dasar, anak-anak di Singapura diwajibkan mengikuti pendidikan pra sekolah. Pendidikan pra sekolah ini berlaku untuk anak usia 3-6 tahun.
    Usia 3-4 tahun mengikuti Kelompok Bermain (Nursery)
    umur 4-6 tahun mengikuti Taman Kanak-kanak (Kindergarten 1 dan 2)
    Taman kanak-kanak di Singapura di khususkan untuk belajar bagaimana anak berinteraksi dengan orang lain, mempersiapkan mereka untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan formal di sekolah dasar. Adapun yang menjadi kegiatan mereka adalah belajar bahasa dan angka, pengembangan ketrampilan pribadi dan sosial, permainan, bermain musik dan berbagai kegiatan di luar ruangan yang memacu rasa percaya diri siswa.
  2. Pendidikan Dasar
    Setelah mengikuti taman kanak-kanak, siswa melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Dasar. Pendidikan Sekolah Dasar dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap dasar 4 tahun dan tahap orientasi 2 tahun.  Selain siswa yang mengikuti Homeschooling, pendidikan Dasar adalah wajib bagi seluruh siswa (menurut Undang-Undang Wjib Belajar Singapura). Namun untuk orangtua yang memiliki anak yang diasuh dalam pendidikan yang tidak formal diwajibkan agar anaknya memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Singapura.

    Setelah melangkah ke tahap orientasi, para siswa diajarkan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jika sudah lulus, siswa diwajibkan mengikuti Primary School Leaving Examination (PSLE) dan siswa akan memilih sekolah menengah sesuai dengan hasil PLSE yang diperoleh. Namun, sekolah menengah dapat memilih jumlah siswa berdasarkan bakat khusus yang dimiliki siswa sebelum mengikuti PLSE.
  3. Program Pendidikan Bakat
    Program yang didirikan oleh Departemen  Pendidikan ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, siswa juga didorong untuk berpikir kreatif dan daya saing pikir yang tinggi. Namun karena siswa menengah lebih memilih program Terpadu, akhirnya Program Pendidikan Berbakat ini diberhentikan pada akhir tahun 2008.
  4. Pendidikan Menengah di Singapura
    Dari hasil tes PSLE, para siswa akan ditempatkan di jalur pendidikan menengah yang berbeda, yaitu "Jalur Khusus, "Jalur Percepatan". Jalur Normal Akademik" dan "Normal Teknik". Jalur Khusus dan Percepatan merupakan program 4 tahun menjelang ujian Singapore Cambridge Tingkat "O". Sedangkan jalur Normal adalah program empat tahun mengarah ke ujian tingkat normal.

    Selain kegiatan pendidikan formal siswa, ada kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa, misalnya di bidang musik, olahraga, seni dan budaya serta berbagai pengembangan kreatifitas siswa lainnya. Siswa juga boleh memilih lebih dari 1 kegiatan ekstrakurikuler. Namun, meskipun kegiatan ekstrakurikuler, hasil dan prestasi siswa dalam kegiatan inni juga turut menentukan nilai siswa dalam pendidikan formal, sekaligus penentuan untuk masuk ke perguruan tinggi.
  5. Pendidikan Pra Universitas Di Singapura
    Program ini khusus dirancang bagi siswa yang ingin melanjutkan ke tingkat universitas. Program pra Universitas yang berlaku selama 2 sampai 3 tahun. Kurikulum dalam program ini terdiri dari 2 pelajaran, yaitu General Paper  dan pelajaran bahasa ibu (dipilih salah satu).
  6. Program Pendidikan Diploma dan Pendidikan Kejuruan di Singapura
    Politeknik di Singapura menawarkan pendidikan di berbagai bidang termasuk teknik, studi bisnis, akuntansi, pariwisata, perhotelan, komunikasi massa, media digital dan bioteknologi. Lulusan politeknik yang memperoleh nilai yang baik dapat melanjutkan jenjang lebih tinggi, yaitu di universitas, dalam negeri maupun luar negeri.
  7.  Universitas di Singapura
    Saat ini Singapura memiliki 6 Universitas negeridengan kualitas yang sangat baik, yaitu National University of Singapore, Nanyang Technological University, Singapore Manajement University, Singapore University of Technology and Design, Singapore Institute of Technology, dan SIM University. Selain itu, masih banyak Universitas Swasta di Singapura yang di bangun untuk mempu menjaring dan mengembangkan prestasi mahasiswa, baik mahasiswa yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

    Meskipun dengan kualitas yang baik, bukan berarti biaya  kuliah di Singapura itu mahal.  Hal ini karena pemerintah Singapura memberikan beasiswa untuk berkuliah, namun penerima beasiswa harus bekerja magang di perusahaan Singapura selama kurang lebih 3 tahun, atau tergantung berapa lama kontrak kerjanya.

    Catatan Penulis:
    Dari segi tingkatan ,  Pendidikan Singapura terkesan rumit karena penuh tingkatan dan variasi. Namun, hal ini menjadikan siswa di Singapura kokoh dan efektif dalam meningkatkan prestasi siswanya di berbagai bidang. 

    baca:  Pendidikan Indonesia Yang Menindas
  • Singapura "Global School"
    Dengan kualitas pendidikan yang baik, akhirnya banyak dari negara luar datang ke Singapura untuk menempuh pendidikan (termasuk Indonesia).  Saat ini, tahun 2016 adalah tahun kemenangan bagi Singapura dalam bidang pendidikan. Singapura menjadi negara tujuan studi yang sangat populer di tingkatan dunia, ditambah lagi dengan hasil pengumuman PISA mengenai prestasi sistem pendidikan Singapura.

    #Untuk Indonesia, saat ini ada pandangan bahwa bersekolah di luar Indonesia adalah sebuah kebanggaan dan menjadi incaran banyak perusahaan, baik itu negeri maupun swasta.  Hal ini secara tidak langsung Indonesia menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di negerinya masih sangat minim, sehingga orang-orang yang mampu membiayai kuliah di luar negeri, akan lebih memilih keluar dari Indonesia.

    Namun demikian, ada juga beberapa mahasiswa yang kuliah di luar negeri karena prestasinya. Tapi akhirnya banyak dari mereka yang sudah menjadi ahli atau profesional di suatu bidang pada akhirnya memilih untuk berkarya di luar Indonesia. Karena umumnya pemerintah Indonesia kurang memberikan perhatian terhadap prestasi yang dicapai oleh bangsanya sendiri.

  • Tenaga Pendidik Singapura
    Menjadi guru atau dosen di Singapura tidaklah gampang. Karena pemerintah Singapura sangat selektif dalam memilih tenaga pendidik.  Jadi,  dalam pendidikan guru, pemerintah Singapura menjadikan lembaga pendidikan guru menjadi aspek yang prioritas demi mencapai tenaga pendidik yang profesional dan berdaya saing. Bahkan dalam upaya maksimal, pemerintah Singapura merekrut tenaga pendidik dari luar yang berkualitas. Di samping itu, menjadi seorang guru di Singapura adalah profesi yang bergengsi. Gaji guru juga sangat tinggi. Sehingga para tenaga pendidik dipacu untuk profesional dan mampu memberikan kemampuan terbaiknya.

    Sangat berbeda halnya dengan Indonesia, dimana menjadi profesi guru itu adalah pilihan ketiga atau keempat barangkali.  Banyak mahasiswa masuk FKIP (terutama swasta) memilih masuk keguruan karena tidak menang di pilihan pertama, misalnya Jurusan Kedokteran, Hukum dan berbagai jurusan lain, yang dianggap sebagai jurusan superior dari jurusan keguruan. Di tambah lagi, banyak perguruan tinggi negeri Indonesia yang katanya kualitasnya bagus, tapi malah tidak mempunyai jurusan kejuruan. Ini membuktikan bahwa Indonesia belum menyadari betapa pentingnya pendidikan, betapa pentingnya guru yang berkualitas, dan betapa pentingnya orang-orang yang ahli di bidang pendidikan.

  • Anggaran Pendidikan
    Pemerintah Singapura memberikan 25 % dari belanja dan pendapatan negara untuk biaya pendidikan.  Di samping itu, anggaran yang sudah disediakan betul-betul direalisasikan sampai ke daerah-daerah. Sehingga sangat jarang terjadi seolah di Singapura minim atau kurang dalam hal fasilitas dan pemerataannya.

    Dari segi besarnya anggaran, Indonesia tidak terlalu jauh berbeda. Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa pemerintah menyediakan sekurang-kurangnya 20 % dari APBN untuk pendidikan. Namun dalam realisasinya, masih banyak pihak yang meragukan efisiensi dan efektifitas pengalokasian anggaran pendidikan. Pendidikan menjadi lahan korupsi yang empuk bagi pihak-pihak yang bersentuhan dengan pengelola anggaran. Baik itu dari pihak pemerintah, maupun partner dalam mengelola kebutuhan pendidikan. Hal inilah yang menjadi pembeda besar antara Indonesia dengan Singapura dalam pengalokasian anggaran pendidikan

    Mungkin ketika berbicara anggaran akan banyak orang yang mengatakan bahwa Singapura itu kan negara yang kaya, maju, makmur, ini itu dan sebagainya.....
    Tapi, bukankah Indonesia adalah negara yang sangat kaya? Siapa yang mengatakan bahwa Indonesia tidak kaya, sesungguhnya ia belum mengenal Indonesia. Atau bisa jadi ia adalah maling dalam selimut Indonesia. Hahaha.

    Singapura sangat terbatas Sumber Daya Alamnya, tapi mengapa mereka bisa maju?

    Satu hal yang pasti, sejak kemerdekaan Singapura (tahun 1965), Singapura sangat memahami pentingnya pendidikan. Mungkin mereka mampu menangkap pernyataan Nelson Mandela yang mengatakan bahwa : "Pendidikan Adalah Sejata Terbaik Dunia, Dengannya Anda Dapat Merubah Dunia"


    Semoga tulisan ini bermanfaat, salam hangat, BELAJAR-BERJUANG.COM
    APS.

    baca juga: Semangat Belajar Anak Indonesia  dan Urgensi Pembelajaran Kooperatif di Indonesia


DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

Post a Comment
GET NOTIFICATIONS