Siapa itu Allan Nairn?

Siapa itu Allan Nairn? - Pertanyaan ini banyak muncul (termasuk saya) ketika Tirto.id mempublikasikan tulisan hasil investigasi Allan Nairn mengenai Ahok hanyalah dalih makar. TNI, politisi dan berbagai pihak juga geram atas tulisan investigasi yang Allan Nairn buat. Sebelumnya, Allan Nairn juga sudah banyak membuat investigasi tentang pelanggaran HAM yang kita kenal dengan "Tragedi Santa Cruz" di Timor Timur.

Allan Nairn, Sang Jurnalis Invesigasi dari Amerika
Allan Nairn, Sang Jurnalis Invesigasi dari Amerika

Pada laman Wikipedia, dijelaskan bahwa Allan Nairn (lahir pada 1956) adalah seorang jurnalis investigasi asal Amerika yang memenangkan penghargaan dan menjadi terkenal ketika ia dipenjarakan oleh pasukan militer Indonesia di bawah Amerika Serikat. Saat itu, Orde Baru yang dipimpin kuat oleh Soeharto mendukung penahanan Allan Nairn. 

Allan Nairn, dalam berbagai tulisannya sangat fokus pada kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika Serikat di negara-negara seperti Haiti, Guatemala, Indonesia dan Timor Timur. 

Biografi Allan Nairn

Jurnalis investigasi ini lahir di Morristown, New Jersey. Ibunya adalah seorang asal Puerto Rico. Ketika di SMA, Allan Nairn mendapat pekerjaan bersama aktivis konsumer Ralph Nader selama enam tahun. Pada usianya yang ke 24, ia menulis dan mencetak buku yang berjudul The Reign of ETS: The Corporation That Makes Up Minds. Buku ini dicetak pada tahun 1980 dan merupakan bagian dari laporan Ralph Nader.

Paulo Freire Tokoh Pendidikan Berpengaruh di Dunia

11 tahun kemudian (1991), tepatnya pada tanggal 12 November, Nairn meliput perkembangan di Timor Timur. Bersama jurnalis Amy Goodman, Nairn dipukuli oleh tentara Indonesia setelah mereka menyaksikan pembunuhan massal para demonstran Timur. Pembunuhan massal ini dikenal sebagai Pembantaian Santa Cruz. Nairn dipukuli dengan popor senapan M16 dan mengakibatkan tengkoraknya retak. 

Mengapa Tentara Indonesia memukuli Allan Nairn? Tentu saja militer takut apabila pembantaian yang dilakukan terhadap Demonstran Timur diliput dan dimuat di media. Hal ini akan mencadi ancaman bagi keamanan nasional. Akibatnya, Nairn pun dilarang di Timor Timur, apalagi untuk meliput kejadian-kejadian yang membuktikan kekejaman militer. 

Namun, tidak lama kemudian, Nairn kembali beberapa kali masuk (meskipun secara ilegal) dan membuat laporan kejadian yang diliputnya. Laporan ini kemudian membantu meyakinkan AS untuk memutus bantuan militer ke Jakarta pada tahun 1993. Dalam laporannya pada 30 Maret 1998, Nairn mengungkapkan pelatihan militer AS terus dilakukan kepada tentara Indonesia yang terlibat dalam penyiksaan dan pembunuhan warga sipil. 

Pada tahun 1994, artikel yang dimuat dalam The Nation, Nairn mengungkap tentang peran pemerintah Amerika Serikat dalam membangun dan mendanai paramiliter Haiti, Front For The Advancement and Progress of Haiti (FRAPH) yang diduga terlibat dalam pelanggaran Hak Assasi Manusia (HAM). 

Tahun 1999, Nairn ditahan sebentar oleh tentara Indonesia di Timor Timur, dimana ia memilih untuk menetap setelah sebagian jurnalis dari media lain sudah dievakuasi menyusul referendum kemerdekaan Timor Timur.  

Beberapa tahun kemudian, tepatnya 24 Maret 2010, terungkap bahwa Nairn bisa menghadapi kemungkinan penahanan dan tuntutan pidana di Indonesia karena mengungkap pembunuhan oleh militer Indonesia terhadap aktivis sipil. Namun, belum jelas bagaimana tindaklanjutnya. Kemudian pada tahun 2014, ada juga laporan yang menunjukkan bahwa Nairn telah diancam akan ditangkap karena mengungkap tentang peran Prabowo Subianto dalam pelanggaran HAM di Indonesia.

Namun, sampai saat ini Allan Nairn masih bebas untuk melakukan investigasinya. Belum ada penahanan atau tindak lanjut hukum yang jelas. Padahal, ketika artikel Nairn yang dimuat di Tirto.id (tentang hubungan beberapa tokoh penting Indonesia dan Donald Trump dalam rencana makar terhadap Jokowi), sudah ada issu bahwa militer akan mengambil tindakan "Jalur Hukum" terhadap tuduhan yang dibuat oleh Nairn melalui artikelnya. Namun, belum jelas maksud menempuh jalur hukum sebagaimana dimaksud militer.

Penghargaan Yang Diterima Allan Nairn

Pada tahun 1993, Nairn dan Amy Goodman menerima penghargaan Memorial Prize Pertama Robert F. Kennedy untuk radio internasional karena peliputan mereka atas Pembantaian Santa Cruz. Selanjutnya, Nairn memenangkan penghargaan Georg Polk untuk jurnlisme tentang Majalah Pelaporan pada tahun 1994. Di tahun yang sama, Nairn juga menerima penghargaan James Aronson untuk Keadilan Sosial Jurnalisme dalam tulisannya tentang Haiti di majalah The Nation. 



Simak juga:







DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

Post a Comment
GET NOTIFICATIONS