Menangkap Kedewasaan Presiden Jokowi Melalui Sikapnya Terhadap Terbaliknya Bendera Indonesia


BELAJAR-BERJUANG.COM - Peristiwa pemasangan bendera Indonesia telah menarik perhatian banyak orang, terutama Indonesia. Bagaimana tidak, sebuah bendera yang melambangkan 'kebesaran dan 'marwah' dilecehkan. 

Pasalnya, bendera Merah Putih dicetak dengan posisi terbalik menjadi putih-merah dalam buku panduan dan Souvenir SEA GAMES. Balasannya, banyak warganet memposting bendera Malaysia terbalik, ditambah dengan hashtag "ShameOnYouMalaysia".

Media surat kabar, online, media sosial dan masyarakat tengah banyak membicarakan dan membuat kecaman dalam menyikapi hal ini. Namun, di tengah gencarnya kecaman warga Indonesia terhadap Malaysia, Jokowi memilih sikap 'adem' dan tidak mau membesar-besarkan masalah ini. 
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi

Dalam pernyataanya Presiden Jokowi mengatakan, "Kita sangat menyesalkan kejadian seperti itu, tapi tidak usah dibesar-besarkan. Kita menunggu permintaan maaf dari pemerintah Malaysia, karena ini menyangkut sebuah kebanggaan, nasionalisme dari bangsa Indonesia".  

Awalnya, ketika pertama kali mendengar pernyataan Jokowi, saya merasa sikapnya terlalu lembek dan kurang menunjukkan wibawanya. Barangkali karena pidato Soekarno sangat melekat dalam telinga saya.

Simak: Belajar dan Berjuang Menjadi Bangsa Indonesia

Soekarno dan Malaysia

Sangat jauh berbeda ketika di jaman Soekarno. Dalam pidatonya, Soekarno sangat marah mendengar bahwa dari Malaysia, ada issu bahwa "Soekarno tidak dipercaya rakyat Indonesia, dan Indonesia akan menjadi negara gagal/jatuh". Soekarno menantang Malaysia, "Hei Malaysia..Apa konsepsi yang telah kau berikan kepada umat manusia? Apa konsepsi yang kau berikan terhadap rakyat di Kalimantan Utara? Apa konsepsi yang kau keluarkan?.

Dengarkan pidatonya melalui video dibawah ini!

video


Untuk saat itu, pernyataan Soekarno patut kita apresiasi. Ia menunjukkan keberanian kepada dunia bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang benar-benar berdaulat, memiliki konsepsi dan diakui oleh dunia. Jadi, apakah sikap "menunggu maaf" Jokowi terhadap insiden Bendera Indonesia terbalik merupakan sikap kurang berani? Saya katakan BUKAN. Bahkan sikapnya menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin yang dewasa.

Alasannya?

Satu, menurut saya Jokowi memang manusia yang santun dan pemaaf (sesuai karakter bangsa Indonesia). Ia tetap mengutamakan hubungan yang baik dan rasionalitasnya sebagai seorang presiden. Ia tidak ingin masalah sepele dibesar-besarkan. 

Dua, Jokowi adalah presiden yang dewasa. Ia memberikan kesempatan kepada Malaysia untuk mengakui kesalahannya. Ibarat bersaudara, Jokowi memposisikan Indonesia sebagai saudara Malaysia. Ia lebih mengutamakan perhatiannya pada hal-hal yang bermanfaat untuk masyarakat umum, daripada hanya menonjolkan sikap reaksioner terhadap sebuah insiden atau peristiwa.

Tiga, Jokowi ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan tidak mengandalkan emosional dalam menanggapi sesuatu hal. Seperti dalam ajakannya agar tidak membesar-besarkan hal "Bendera Indonesia Terbalik". Jokowi lebih menginginkan agar masyarakat Indonesia lebih memberi pemikiran dan kinerjanya untuk kemajuan Indonesia. 

Ada puluhan dan ratusan alasan lainnya yang menunjukkan bahwa sikap Jokowi dalam hal ini adalah baik. Saya baru menyadarinya (3 hari) kemudian.  

Intinya Jokowi lebih memberikan dirinya, perhatiannya, pemikirannya dan keringatnya untuk melakukan hal-hal yang punya faedah terhadap kemajuan dan kesejahteraan publik. Ia tidak mau terseret arus emosional hanya karena sebuah kesalahan orang lain. Ditambah lagi, secara resmi Pemerintah Malaysia akhirnya langsung menyampaikan permohonan maaf dan mengakui bahwa itu adalah keteledoran panitia SEA GAMES.

Pesan yang barangkali bisa kita ambil dari pernyataan Jokowi adalah mari tetap cintai tanah air, tapi tidak hanya sekedar menghargai simbolitas kebangsaan, tetapi lebih kepada perbuatan/aksi nyata untuk kesejahteraan bersama.

BRAVO PAK JOKOWI.

Maaf pak, awalnya saya sempat kecewa. Mungkin itu bagian dari kobaran semangat dan kecintaan yang tidak dipikirkan dengan matang. Tetaplah jadi presiden yang DEWASA.

video


Simak: Mengamalkan Pancasila
            Belajar Menghargai Perbedaan 





DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

Post a Comment
GET NOTIFICATIONS